-Berikan ia Kesempatan-

-Berikan Ia Kesempatan-

Part I : 'Segalanya telah berubah'



Dokumentasi: Oleh Penulis (Anastesi)

    'Hembusan angin menerawang masuk ke dalam lapisan kayu jendela tua milik kamar Alna, burung-burung keluar dari sarang nya untuk berkicau seraya menyanyikan lagu-lagu burung yang hanya dapat dimengerti oleh mereka. Cahaya Mentari jingga seketika memberontak untuk masuk di hamparan kaca jendela kamar Alna. Ia terhentak lalu terbangun dari bagian-bagian mimpinya yang menghiasi setiap alur pikirannya, serasa langsung memanjatkan syukur pada sang maha kuasa. 

    Pagi ini hari indah, jarang sekali Alna merasakannya. Aneh, mengapa hari ini terasa berbeda, mungkinkah sejak ia bertemu dengan seseorang yang ia sebut sebagai prince of mind adalah sepenggal bagian dari kenyataan bunga-bunga doa Alna?"Ah... Aku tidak punya cukup waktu untuk merenunginya saat ini, lebih baik aku bergegas, saat di perjalanan menuju sekolah nanti aku akan memikirkannya lagi, yah benar... Itu tepat. Alna cukup kesepian di rumahnya, Kedua orang tua Alna adalah lelaki dan wanita karir terkenal dan sangat sukses, sementara ia memiliki saudara, namun serasa tak pernah jadi satu bagian saudara itu karena Sidney Kakak Alna yang sedang Kuliah tidak mau meluangkan waktunya untuk menikmati waktu bersama Alna adiknya. 

    Namun, mungkin persepsi Alna atas Saudara perempuannya itu sedikit salah, karena pada kenyataannya Sidney selalu berusaha mengucapkan kata kata salam salam kepada Alna di aplikasi chat, namun Alna tidak mengintal aplikasi yang sama dengan Sidney dan sebaliknya. Lalu, hal itu justru menambah fantasi gelap Alna terhadap Sidney dan bahkan bukan menimbun jarak di antara mereka. Hal tersebut jika mereka ketahui adalah sebuah lelucon seberapa bikin kesalnya tidak saling memahami itu. Alna bergegas pergi ke sekolah, kelihatannya tidak terlihat satu pun angkutan umum kota yang bersedia mengantar nya ke sekolah karena tidak lagi ada bangku yang tersisa baginya. 

    Seorang anak laki-laki yang berpakaian seragam sekolah mengayuh sepedanya mengarahkan jalannya menuju Alna mengalihkan pandangan kekesalan Alna seketika. "Hei... Alna..." Suara itu tak asing, ia berharap dia adalah orang yang sama, yah... Orang yang ia temui di toko kue cokelat kemarin. "Oi... Alna! Buruan naik" sahut Nick. "Lho,kok tumben sih kamu naik sepeda Nick?" Jawab Alna. "Kemarin aku dapat inspirasi dari film..." "Film anime Hadehhhh..." Sambung Alna. "Ya udah cepat dong Alna!" Tambah Nick. Selama di perjalanan Alna merasa heran mengapa bukan anak laki-laki itu yang membawanya pergi ke sekolah bersepeda. 

    Ya, ia bertemu dengan seorang anak laki-laki yang kelihatannya seorang ekstrovert jika dilihat dari penampilannya. Ia bertemu dengannya saat Alna ingin membeli kue Cokelat kesukaan Ita sahabat Alna yang sedang di rawat di rumah sakit. Ketika itu Alna hampir saja lupa membeli kue cokelat untuk Ita ketika ia hampir sampai di ruang inap Ita. Alna berpapasan dengan anak laki-laki yang ia temui di Toko Kue itu namun tidak menghiraukannya, tetapi itulah Kesempatan pertemuan, mereka bertemu kembali di Toko Kue saat Alna hendak mencari Kue Cokelat kesukaan sahabatnya itu. Pintu masuk dan keluar Tokok Kue itu menceritakan tawa Alna kala berpapasan dengan anak laki-laki itu***bersambung

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Easy Tips and Tricks To Get Karya Salemba Empat (KSE) Scholarship for Bachelor Degree (Part I: Understand this before you register and follow the selection process - Pahami ini sebelum Anda mendaftar dan ikuti proses seleksinya)

Part II Tips or Tricks? Get Your Position as Awardee: Lancar Jawab Interview Siapa Takut?

"Easy Tips and Tricks To Get Karya Salemba Empat (KSE) Scholarship for Bachelor Degree" (Part I: Understand this before you register and follow the selection process - Pahami ini sebelum Anda mendaftar dan ikuti proses seleksinya)